A Guide to Health - Sir Astley Cooley "ilmu kedokteran sebagian besar hanyalah pekerjaan tebak-tebakan"
Halo teman-teman semua, luuama sekali saya tidak
mengirim tulisan dalam blog saya ini, ya karena saya terjangkiti virus malas
yang kadang begitu keras menggerogoti. Nah, kali ini saya akan me-review Buku,
karya Mahatma Gandhi, “A Guide to Health”.
Beberapa bulan lalu ketika saya menjalani program
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kulon Progo, ada banyak hal yang menarik minat
saya. Selain tentang hubungan sosial masyarakat disana yang masih hangat,
persaudaraan, ketulusan dan hal baik lainnya. Ada satu hal yang ingin saya
sampaikan, yakni mengenai kesehatan. Banyak saya jumpai orang-orang disana
dengan kondisi fisik yang masih sangat prima meski dalam usia diatas 80. Selain
kondisinya sehat, mereka juga tidak pernah berurusan dengan Dokter. Dari dugaan
saya mengapa mereka dapat hidup demikian, karena mereka masih mejalani hidup
secara alami.
Hingga bulan November tahun 2018 lalu saya menemukan
buku tulisan seorang tokoh kemanusiaan besar
yang berasal India, Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan
Matma Gandhi. Buku beliau kali ini mengenai kesehatan yang berjudul “A Guide To
Health – Indonesia Edition”. Dari buku ini memperkuat dugaan saya mengenai kehidupan
sehat warga di tempat saya menjalani KKN, tepatnya di Dusun Gebang, Kecamatan
Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Orang-orang yang tinggal diperkotaan disebut lebih
rapuh dibandungkan dengan orang hidup di pedesaan. Dalam pengantarnya digambarkan
mengenai kondisi masyarakat perkotaan kita hari ini yang cenderung tidak peduli
dengan hal-hal terdekat dari dirinya. Dari ketidakpedulian ini maka terjadi
ketidaktahuan, dan Ketidaktahuan justru adalah sumber dari segala penyakit.
Dalam tulisanya dianalogikan dengan “Kita
hampir tidak tahu apa mengenai desa sendiri, tetapi kita dapat menghafal
nama-nama sungai di Inggris, kita mau bersusah payah untuk mempelajari
nama-nama bintang di langit, sedangkan mengetahui hal-hal yang ada dirumah
sendiri tidak berguna!....”. Secara sederhana kalimat ini ingin menyindir
kita yang tidak merasa malu karena tidak tahun tentang struktur tubuh sendiri,
bagaimana tulang dan otot tumubuh, bagaimana darah beredar dan dibuat tidak
murni, bagaimana kita dipengaruhi oleh fikiran jahat dan nafsu bejat, bagaimana
fikiran kita menjelajahi ruang dan waktu tak terbatas sementara tubuh sedang
beristirahat dan sebagainya.
Dari ketidaktahuan ini, menyebabkan masyarakat kita
(peradaban kota) telah terjebak kebiasaan mendatangi dokter untuk
penyakit-penyakit sepele. Pandangan Gandhi, Yang juga merupakan idola dari
Bapak Bangsa kita Ir. Soekarno, dan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai
kesehatan dalam bukunya “A Guide to
Health” ini benar-benar jauh dari yang saya bayangkan. Pendapatnya sangat
logis dan relevan dengan realitas meski menabrak mitos-mitos umum tentang
kedokteran dan kesehatan.
Yang menarik dalam pengantar Buku ini yakni salah
pendapat beberapa dokter besar Barat, diantaranya Sir Astley Cooley yang
mengakui bahwa ‘ilmu’ kedokteran sebagian besar hanyalah pekerjaan
tebak-tebakan; selain itu Dr. Baker dan Dr. Frank yang berpendapat bahwa lebih
banyak orang meninggal dunia akibat obat-obatan ketimbang penyakit, dan juga banyaknya
pengalaman yang menunjukkan bahwa meningkatnya penyakit berbanding lurus dengan
bertambahnya jumlah dokter disuatu tempat.
Itu baru pengantar gaess, saya dibuat semangat
untuk membaca setiap bab dari buku ini. Dalam buku ini terdapat dua Bagian,
bagian pertama membahas bahasan umum mengenai kesehatan, mulai dari makna
kesehatan, tubuh manusia, udara, air, makanan, pakaian, hubungan seksual.
Bagian dua berisi mengenai metode pengobatan dengan mudah dan alami menggunakan
hal yang sudah tersedia di alam, seperti terapi udara, pengobatan air,
penggunaan tanah, demam dan pengobatanya, dan masih banyak lagi.
Salah satu kutipan yang menarik menurut saya, “Bilamana kita sendiri adalah orang yang
kikir, penuh birahi, tidak jujur, malas dan jorok, apakah mengeherankan kalau
kelak anak-anak kita mengikuti langkah-langkah kita, dan berkembang menjadi
lemah dan bengis, egois, dan malas, penuh birahi dan tidak bermoral? Semoga
orang tua yang bijaksana merenungkan baik-baik perihal ini; karena kepada
merekalah bergantung masa depan negeri kita.” – A guide to Health, hlm. 51
Akhir kata dari saya soal review buku ini yakni makna kesehatan
yang bisa saya tarik, bahwa seseorang tidak akan benar-benar sehat, kecuali
memiliki fikiran yang sehat, dalam tubuh yang sehat pula.
Nah, barangkali sekalian dulu yang dapat saya bagikan,
saya sangat merekomendasikan teman-teman sekalian untuk menyelami buku ini. Sambil ngopi juga uenak ... sip terimakasih

Komentar
Posting Komentar