Langsung ke konten utama

Wonder (2017) Kebaikan dan karakter, modal utama menjadi manusia.



Sutradara : Chbosky
Diangkat dari novel karya R.J Palacio

Saat pertama kali melihat poster film ini sebagian orang mungkin menganggap film ini bercerita mengenai keajaiban seorang anak dari luar angkasa. Hal itu yang terfikir di benak saya ketika melihatnya. Setelah menyaksikan secara penuh ternyata hal itu tidaklah tepat. Lalu apa yang diangkat dalam film ini?

Cerita di awali dengan pengenalan tokoh utama dalam Film ini, seorang anak laki-laki dari sebuah keluarga di wilayah New York, Amerika Serikat. Secara umum keluarga ini sama seperti keluarga yang lain. Hal yang membedakan adalah adanya anggota mereka yang memiliki penampilan fisik yang berbeda di bagian wajahnya. Dengan pembawaan yang santai khas film keluarga, adegan pertama memperkenalkan tokoh utama, Auggie Pullman (Jacob Tremblay). Ia dilahirkan dengan cara yang seru dan meriah. Sesaat setelah ia keluar dari rahim ibunya, Isabel Pullman (diperankan aktris kawakan Julia Roberts), karena suatu ketidaknormalan ia harus mendapat 27 operasi . Hal tersebut antara lain untuk membantunya bernafas, melihat, mendengar tanpa alat bantu, dan hal lain untuk membuat ia tampak lebih baik.

Auggie sama seperti anak seusianya, ia makan seperti yang orang lain makan, ia menyukai olahraga, meski hanya di dalam xbox miliknya. Anak kedua dari pasangan Nate Pullman (diperankan oleh Owen Wilson) dan Isabel Pullman ini menyukai bidang astronomi. Ornamen, dan hiasan ala luar angkasa terpajang di dalam kamarnya. Dengan helm astronot dikepalanya, Auggie mendengar dari kejauhan percakapan kedua orang tuanya mengenai rencana mendaftarkan Auggie ke sekolah umum. 

Auggie sebelumnya mengikuti home schooling karena kondisi wajahnya. Di tahun ini ia harus siap menghadapi lembaran baru sebagai siswa kelas 5 di Beecher Preparation School (Semacam sekolah dasar, namun sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia). Ada sebuah tantangan besar baik bagi orang tua Auggie untuk merelakan puteranya yang sedikit berbeda secara fisik bergaul dengan dunia luar, maupun bagi Auggie untuk menghadapi anak-anak seusianya yang mungkin belum siap menerima orang lain yang memiliki kelainan wajah sepertinya.

Pergulatan Rasa Auggie memasuki Sekolah Umum

Sebelum memasuki sekolah baru orang tua Auggie, berusaha keras untuk membekali Auggie tentang apa-apa yang akan ia hadapi di sekolah. Hal itu seperti akan adanya orang yang memandang Auggie secara remeh, akan adanya teman yang jahil dan hal lainya. Tampak sekali kecemasan, kepedulian dan kesungguhan orang tua Auggie dalam mendorong semangat putranya.

Sebelum memasuki musim ajaran baru, Auggie dibawa terlebih dahulu ke calon sekolahnya dan menemui sang kepala sekolah yang simpatik, Mr. Tushman (Mandy Patinkin). Dalam pertemuan ini, MR. Tushman Mengenalkan Auggie dengan beberapa anak lainya, seperti jack Will (Noah Jupa) dan Julian Albans (Bryce Geishar). Jack Will adalah anak dari keluarga menengah yang berhasil masuk ke sekola swasta tersebut karena mendapat beasiswa. Sedangkan Julain Albans adalah anak dari kelarga elite yang selalu membanggakan diri akan kekayaan yang dimlikinya dan keluarganya.

Sejak hari pertama dia masuk sekolah, Auggie menerpa berbagai cobaan, seperti sorotan mata yang menghunus dari anak-anak lain, hinaan, cercaan dan pandangan remeh lain dari Julian dan gengnya. Film ini cukup menggambarkan bagaimana sistem pendidikan yang ada di Amerika. Hal tersebut diantaranya mengenai sekolah yang membebaskan siswa untuk memilih mata pelajaran yang diinginkan. Selain itu interaksi guru murid terjalin hangat, bagaimana hubungan guru dan murid bukanlah hubungan patron-klien (Hubungan atasan dan bawahan) melainkan hubungan kawan yang setara, hubungan saling kenal, memahami dan menghargai. Hal ini terlihat saat hari pertama masuk sekolah, sang guru berupaya membangun hubungan yang hangat dengan saling mengenal satu sama lain. Dalam kesempatan itu Julian Alban memuji gurunya “And I think it’s cool how you’re pursuig your dream”. Adegan siswa yang aktif dan tidak merasa takut untuk berekspresi. Hal yang jarang ditemui di Indonesia.

Dalam banyaknya rintangan yang menerpa Auggie, Orang tua Auggie dan kakaknya senantiasa berusaha untuk menguatkan Auggie hingga ia mampu untuk melaluinya. Hal ini juga tak terlepas karena Jack Will yang mau bergaul dan datang ke rumah Auggie. Persahabatan Auggie dan Jackpun tidak mudah, mereka harus mengalami keretakan yang diebabkan oleh kesalah fahaman.


Kisah karakter Tokoh yang Majemuk

Salah satu yang menarik dalam Film berdurasi 1 Jam 53 Menit ini tidak hanya menceritakan kisah Auggie saja, ada bagian-bagian yang secara khusus menyampaikan kisah dari sudut pandang karakter lain yang ada di sekitar kehiudpan Auggie.

pertama ialah kisah sang kakak, Olivia. Meskia ia memiliki kesabaran dalam menghadapi Auggie yang sering sakit-sakitan, namun ia juga merasa bahwa perhatian yang dicurahkan oleh kedua orang tuanya jauh lebih besar diberikan kepada sang adik. Olivia merasa, bahwa orangtaunya tidak benar-benar memahami dirinya. Olivie memiliki persahabtan sejak kecil dengan Miranda (Danielle Rose Russel). Miranda dianggap adalah orang yang benar mengerti dirinya. Setelah liburan musim panas, Miranda tiba-tiba menjauh dari Olivia. Entah apa yang menyebabkanya, yang jelas Miranda sedang ingin mencoba hal baru di Sekolah barunya.  Tidak lama, Olivia bertemu dengan lelaki bernama Justin yang kemudian menjadi teman dekatnya.

Yang kedua adalah cerita dari sudut pandang Miranda. Seorang gadis yang sejak di taman kana-kanak menjadi teman dekat Olivia. Bagi Miranda, keluarga Pullman adalah rumah kedua baginya. Dalam bagian ini juga dijelaskan secara khusus apa yang menyebabkan ia menjauhi Olivia.

Dengan ditampilkanya kisah dan latar belakang dalam sejumlah sosok disekitar Auggie. Penonton menjadi dapat memahami dan berempati pada masing-masing karakter yang ada dalam cerita.
Dalam penjabaran tokoh masih ada kekurangan. Misalnya tidak jelasnya profesi ayah Auggie. Ia direpresentasikan sebagai seorang ayah yang keseharianya mengenakan kemeja dan dasi. Sehingga menimbulkan pertanyaan bagi penonton.


Penghayatan Karakter yang Natural

Dalam penghayatanya sebagai karakter dalam Film, setiap pemeran berhasil menampilkan akting yang ciamik dan natural. Jacob Tremblay yang berhasil memainkan peran seorang anak “buruk rupa” namun tetap teguh dan optimis dalam menjalani hidup. Hal ini tidak terlepas dari akting Julia Roberts yang berhasil memerankan sosok ibu yang terus berjuang menguatkan Keluarga, terutrama Auggie.

Peran tak kalah ciamik juga dari Izabela, gadis yang masih berusia 16 tahun ini sukses berperan sebagai seroang kakak yang meski harus bersabar sebab adiknya yang berkebutuhan khusus tetapi ia tetap bersikap dewasa.

Hal yang menarik lain dari “Wonder” lainya ialah banyaknya pesan-pesan positif berkaitan dengan pendidikan anak, keluarga, sekolah serta pergaulan yang bisa diambil. Seperti nasihat-nasihat orang tua Auggie kepada anak sebelum memasuki dunia luar. Seperti saat sesi makan malam di hari pertama Auggie bersekolah Isabel mengatakan “And when someone acts small, you just have to be the bigger person, all right?” dalam menasihati Auggie saat ada orang yang meremehkanya untuk bisa bersikap lebih besar. “If you don't like where you are just picture where you wanna be”.

Di dalam kelas, Guru kelas Auggie, Mr. Browne banyak berbagi prinsip hidup saat di awal kelas. Misalnya “When given the choice between being right or being kind, choose kind”. “your deeds are your monuments”. Dan masih banyak lagi yang dapat dicontoh dan diterapkan di Indonesia.
Atau sang kepala skolah yang berpidato di akhir tahun ajaran “Courage. Kindmess. Friendship. Character. These are the qualitites that define us as human beings, and propel us, on occasion, to greatnes”.
(keberanian. Kebaikan. Persahabatan. Karakter. Itu adalah kualitas yang mendefinisikan kita semua sebagai manusai, dan melestarikan diri kita, sesekali, kepada keagungan).

Oleh : Helmi Denada Ari S




Komentar

Postingan populer dari blog ini

On The Job Training

Januari 2013         Saya dengan dua teman saya OJT di Serotama Teknologi Informatika, apa itu STI? STI (Serotama Teknologi Informatika) adalah sebuah semacam instansi kantor yang melayani penjualan software, maintenance, reparasi laptop dan komputer. Kita disini juga akan diajarkan tentang Mikrotik Routerboard .. Mikrotik tentu sangat rumit dan jika lulus akan mendapat sertifikat yang baiasanya diberikan di academy mikrotik.. banyak hal seru dan menarik dalam kegiatan OJT ini, selain memperoleh pengalaman di dunia kerja secara langsung, kita juga dapat ilmu bagaimana bergaul dengan orang-orang yang cerdas, punya visi dan religius. Seperti apa religius itu, Beliau adalah Pak Sony, pimpinan perusahaan Serotama, Pria lulusan Ekonomi UGM ini kini sudah memiliki pelanggan di seluruh Indonesia, mulai dari Ujung barat Sumatera hingga Papua. Bapak 3 orang anak ini sangat menekankan kepada karyawannya untuk selalu taat keapada Allah, hal itu ditunjukan dengan di...

Design Jacket EDGE

untuk temen temen gelombang dua, ini adalah design Jaket yang sudah disepakati siswa gelombang satu, diusahakan tanggal 22 juni 2013 membayar DP sebesar Rp. 50.000,- di Eka Dely, agar saat liburan udah bisa dikerjakan, dan saat kelas 3 sudah jadi, lalu dapat dipakai saat Studi Wisata :) Bahan Diadora (kaya punya PI) ga ada brand Nike, yg diatas hanya contoh, nama di bagian belakang bawah..