Langsung ke konten utama

BERBAGI MANFAAT DI PENGHUJUNG TAHUN MASJID SYUHADA


            Berbicara soal tahun baru, terlebih di Indonesia, banyak hal dan polemik yang beragam apabila dikaitkan dengan agama tertentu, banyak dari umat islam di Indonesia yang melakukan perayaan-perayaan terhadap tahun baru, berhura-hura dan melakukan kegiatan yang tidak bermannfaat. Terlepas dari perdebatan mengenai Tasyabuh dan lain sebagainya, Yayasan Masjid Syuhada yang bekerjasama dengan Republika memberikan alternatif kegiatan untuk menambah Ilmu yang dilaksanakan pada Akhir Tahun 2015. Acara yang digarap dengan semangat oleh teman-teman dari Asrama Putra dan Putri Masjid ini dimulai dengan Khitan Akbar yang dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Desember di salah satu Bong Supit ternama di Kotagede, Yogyakarta. Khitan Akbar yang diikuti sedikitnya 50 Peserta ini berhasil terlaksana dengan lancar. Peserta datang dari berbagai daerah di DIY, usianya pun beragam mulai dari usia 3 sampai ada yang berusia puluhan tahun. Menurut salah satu orang tua peserta acara Khitan Akbar seperti ini sangat membantu sekali bagi orang-orang yang dalam segi ekonomi kurang mampu. Selain di Khitan peserta juga diberi beberapa bingkisan menarik dari sponsor.
Selain Khitan Akbar Masjid Syuhada juga mengadakan Donor Darah, acara yang berkerja sama dengan PMI Klaten ini  berhasil diikuti sebanyak 83 pendonor yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, pegawai, muda hingga dewasa. Acara donor darah dilakukan secara bersamaan dengan bazar sembako murah yang dilaksanakan di kampus Sekolah Tinggi Masjid Syuhada, Jl Pringgokusuman No 12 Yogyakarta. Bazar sembako murah hasil kerjasama dengan Lazis Masjid Syuhada ini ditujukan khusus untuk warga sekitar kampus STAIMS Yogyakarta.
Tak hanya itu, kegiatan akhir tahun Masjid Syuhada dilanjutkan dengan Seminar Parenting  bersama pakar parenting islami, yaitu Ustadz Mohammad Fauzil Adhim. Dalam acara yang dilaksanakan ba’da Ashar itu Ustadz Fauzil Adhim dalam pemamparan materinya membahas mengenai tasyabuh atau melakukan kegiatan yang menyerupai dengan suatu kaum tertentu, beliau mengingatkan umat untuk berhati-hati dalam berkegiatan agar umat Islam tidak mudah terbawa pengaruh.
Rangkaian acara tidak berhenti sampai disitu, acara puncak yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai pada ba’da isya’ (31/12) yakni Tablih Akbar dengan tema “Mendorong daya umat untuk Indonesia yang lebih baik” acara yang dihadiri oleh wakil walikota Yogyakarta, Imam Priyono, berhasil mendatangkan masa yang sangat banyak, setidaknya 500an orang berkumpul dalam Masjid yang dibangun pada tahun 1952 itu,  “Acara seperti ini sangat baik, banyaknya pemuda kota Jogja yang mendatangi majelis Ilmu di Malam pergantian tahun adalah pemandangan yang sangat menentramkan jiwa” ujar Imam Priyono.
Banyaknya jamaah yang datang tidak terlepas dari 3 pembicara dalam Tabligh akbar tersebut yang memang sudah tidak diragukan keilmuanya, beliau adalah Ustadz Sholihudin, Kang Puji dan Motivator Sukses Mulia, Jalim ‘Azzaini. Dalam acara yang diliput secara ekslusif oleh SUKA (Sunan Kalijaga) TV ini Ustadz Sholihudin mengajak umat tidak hanya membuat Indonesia lebih baik, namun lebih daripada itu, yakni umat yang bisa membuat Indonesia bermanfaat bagi dunia. Kang Puji juga tidak kalah  menarik dalam menggerakkan pemuda Kota Yogyakarta malam itu, pendiri pesantren masyarakat Jogja itu memberikan tips-tips meraih sukses dunia dan akhirat. Di tengah riuhnya malam itu, Sang Motivator Sukses Mulia membakar semangat jamaah untuk meningkatkan nilai hidup dengan visi, aksi dan juga tidak melupakan Allah. “Hidup itu harus punya visi, kemudian aksi, kemudian tawakkal dan tidak melupakan Allah” salah satu isi materi Jamil ‘Azaini. Malam yang penuh dengan semangat itu akhirnya berakhir dengan sangat menyenangkan, Jamil ‘Azaini menutup dengan menebar energi positif kepada para jamaah. Muhammad Roikhan Alwi selaku ketua penyelenggara mengatakan bahwa acara ini adalah sebagai sarana umat menambah ilmu dan hal bermanfaat daripada berhura-hura yang berisi kemaksiatan di Malam Akhir Tahun. Alwi juga menambahkan semoga dengan rangkaian kegiatan semacam ini umat Islam menjadi lebih memilih hal-hal keilmuan daripada berhura-hura dan bermaksiat.

Oleh : Helmi Ari Shandy





Komentar

Postingan populer dari blog ini

On The Job Training

Januari 2013         Saya dengan dua teman saya OJT di Serotama Teknologi Informatika, apa itu STI? STI (Serotama Teknologi Informatika) adalah sebuah semacam instansi kantor yang melayani penjualan software, maintenance, reparasi laptop dan komputer. Kita disini juga akan diajarkan tentang Mikrotik Routerboard .. Mikrotik tentu sangat rumit dan jika lulus akan mendapat sertifikat yang baiasanya diberikan di academy mikrotik.. banyak hal seru dan menarik dalam kegiatan OJT ini, selain memperoleh pengalaman di dunia kerja secara langsung, kita juga dapat ilmu bagaimana bergaul dengan orang-orang yang cerdas, punya visi dan religius. Seperti apa religius itu, Beliau adalah Pak Sony, pimpinan perusahaan Serotama, Pria lulusan Ekonomi UGM ini kini sudah memiliki pelanggan di seluruh Indonesia, mulai dari Ujung barat Sumatera hingga Papua. Bapak 3 orang anak ini sangat menekankan kepada karyawannya untuk selalu taat keapada Allah, hal itu ditunjukan dengan di...

Wonder (2017) Kebaikan dan karakter, modal utama menjadi manusia.

Wonder (2017) Kebaikan dan karakter, modal utama menjadi manusia. Sutradara : Chbosky Diangkat dari novel karya R.J Palacio Saat pertama kali melihat poster film ini sebagian orang mungkin menganggap film ini bercerita mengenai keajaiban seorang anak dari luar angkasa. Hal itu yang terfikir di benak saya ketika melihatnya. Setelah menyaksikan secara penuh ternyata hal itu tidaklah tepat. Lalu apa yang diangkat dalam film ini? Cerita di awali dengan pengenalan tokoh utama dalam Film ini, seorang anak laki-laki dari sebuah keluarga di wilayah New York, Amerika Serikat. Secara umum keluarga ini sama seperti keluarga yang lain. Hal yang membedakan adalah adanya anggota mereka yang memiliki penampilan fisik yang berbeda di bagian wajahnya. Dengan pembawaan yang santai khas film keluarga, adegan pertama memperkenalkan tokoh utama, Auggie Pullman (Jacob Tremblay). Ia dilahirkan dengan cara yang seru dan meriah. Sesaat setelah ia keluar dari rahim ibunya, Isabel Pullman (dipera...

Design Jacket EDGE

untuk temen temen gelombang dua, ini adalah design Jaket yang sudah disepakati siswa gelombang satu, diusahakan tanggal 22 juni 2013 membayar DP sebesar Rp. 50.000,- di Eka Dely, agar saat liburan udah bisa dikerjakan, dan saat kelas 3 sudah jadi, lalu dapat dipakai saat Studi Wisata :) Bahan Diadora (kaya punya PI) ga ada brand Nike, yg diatas hanya contoh, nama di bagian belakang bawah..